Memburu Buku di Blok M Square

YANTI menarik senyum begitu seorang lelaki mendatangi lapak dagangan miliknya. Ia mempersilahkan lelaki itu seraya menawarkan bantuan. “Mau dibantu cari apa mas?” Lelaki itu tak menjawab tawaranYanti.

Lantai dasar Blok M Square sore itu sedang lenggang. Tak banyak pengunjung berlalu-lalang. Di lantai itu berderet kios percetakan, sablon, dan buku bekas. Beberapa pedagang yang tak memiliki kios tetap seperti Yanti, membuat lapak sementara di lantai itu.

Saya mendatangi lapak dagangan Yanti, setelah gagal menemukan buku Saksi Kunci di beberapa kios buku. Buku terbitan 2012 itu memuat laporan investigasi skandal pajak terbesar di Indonesia. Beberapa pedagang buku justru tak tahu soal buku itu.

Continue reading “Memburu Buku di Blok M Square”

Salah Masuk Pintu Busway

SAYA memang enggan bertanya pada orang yang tak saya kenal di Jakarta. Pernah saya bertanya pada seorang perempuan soal rute mobil angkutan umum yang melewati Jalan Palmerah. Ia tak menjawab. Ia justru mengambil beberapa langkah menjauhi saya.

Dua hari lalu saya bertanya pada Aulia Rachman, teman sekamar saya. “Dari gang sini, belok kiri. Jalan terus sampai ketemu halte RS Medika. Di situ naik busway aja, lalu turun di halte Pasar Kebayoran Lama,” pesan Aang. Saat itu saya akan pergi ke perpustakaan Tempo.

Saya tiba di halte RS Medika setelah berjalan sekitar 200 meter. Suasana halte tak begitu sesak. Beberapa orang bersandar pada tiang besi setinggi pinggul. Beberapa lainnya berdiri menunggu di dekat pintu halte.

Sebuah busway baru saja berhenti di sisi kiri halte. Saya memilih masuk bus lewat pintu yang paling lenggang. Saat memasuki bus itu, saya bertanya pada seorang petugas yang berjaga di pintu bus. “Pasar Kebayoran Lama mas?” Petugas itu hanya melihat saya. Ia tak menjawab.

Continue reading “Salah Masuk Pintu Busway”

Menulis untuk Melawan Diskriminasi

Di Indonesia, Bulan Ramadan rupanya tak hanya ramai oleh suara petasan dan kembang api. Banyak juga aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok agama tertentu. Hingga ramai menjadi bahan pembicaraan di ruang publik. Namun di balik semua keriuhan itu, sekelompok anak muda dari Jember memberi respon dengan mengadakan sebuah kegiatan yang berbeda.

Mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifest, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, bekerjasama dengan LPM Plantarum, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Jember, dan Rumah Baca Tikungan mengadakan Workshop Penulisan Esai dan Bedah Karya Sastra.

Awalnya mereka berangkat dari keresahan yang sama. Banyak terjadi aksi kekerasan dan pengerusakan yang marak dilakukan oleh kelompok atau Organisasi Masyarakat radikal di berbagai daerah. Tak hanya itu, tindakan diskriminasi terhadap etnis dan kelompok minoritas pun masih sering terjadi. Melalui kegiatan ini, mereka mengajak para mahasiswa di Jember untuk memberi respon terhadap isu-isu tersebut.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari di Gedung Graha Sabha Wyawasaya (GSW), Fakultas Pertanian Universitas Jember tersebut, berisikan beragam aktivitas yang menarik. Pada hari pertama, peserta diajak untuk berdiskusi secara interaktif.

“Awalnya kami mengajak peserta untuk mengkaji isu diskriminasi terhadap kelompok minoritas yang dialami masyarakat Syiah, terutama di Sampang beberapa bulan kemarin,” kata Dian Teguh Wahyu Hidayat, Sekjend PPMI kota Jember.

Continue reading “Menulis untuk Melawan Diskriminasi”

Pesona Nusantara dalam Layar Film Indie

Nusantara menyimpan banyak sekali pesona di tiap-tiap daerahnya. Mulai dari potret keindahan alam, hingga kearifan lokal dari beragam kebudayaan yang berkembang. Menanggapi hal tersebut, sekelompok sineas muda dari kota Malang dan Jember mengajak publik untuk merekam kembali pesona budaya di Indonesia lewat jalur perfilman.

Mereka menamai kelompoknya sebagai Kine Klub (Kelompok Studi Sinematografi) yang dinaungi oleh Universitas Negeri Malang. Melihat semakin besarnya perkembangan dan minat para sineas muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah, Kine Klub kembali mengadakan Roadshow Malang Film Festival.

Lewat acara ini, Kine Klub mengajak para pegiat film di berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam ajang nasional Malam Film Festival pada April 2014 mendatang.

Setelah mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari enam kota tempat diadakan Roadshow Malang Film Festival 2013, seperti Bandung, Malang, Medan, Semarang, Tangerang, Surabaya, Kine Klub mengakhiri agenda Roadshow  di kota Jember Sabtu(7/12) pekan kemarin.

Continue reading “Pesona Nusantara dalam Layar Film Indie”