Mengapa Kuba memulangkan 8.000 dokter dari Brasil

Menurut Pemerintah Kuba, 20.000 dokter dari Kuba telah melayani 113 juta warga Brasil selama lima tahun terakhir. Gambar: Agência Brasil, CC BY 3.0

Ribuan warga Brasil bisa jadi tidak akan mendapat layanan kesehatan, karena Kuba mulai memulangkan 8.400 dokter yang ditugaskan di berbagai daerah terpencil di Brasil selama lima tahun terakhir.

Dalam pernyataan resmi tertanggal 14 November, Pemerintah Kuba mengumumkan bahwa kerja sama dengan Brasil akan berakhir, sebagai respon atas komentar Presiden Jair Bolsonaro mengenai program kerja sama kesehatan dari Kuba, sebagai “program yang mengancam dan depresiatif.” Dalam sejumlah kampanye presiden, Bolsonaro meremehkan keterampilan para dokter dari Kuba, serta mengkritik kerja sama tersebut.

Continue reading “Mengapa Kuba memulangkan 8.000 dokter dari Brasil”

‘Sistem Pendidikan Mengecewakan Kami’: Duka Lara Lulusan Sarjana Yordania yang Menganggur

2017 membawa kesialan tersendiri di Yordania, sebab angka pengangguran mencapai puncaknya sampai 18,5%. Masa depan tampak kurang begitu cerah, karena angka pengangguran diperkirakan terus meningkat.

Bagi para pejabat di univeritas, situasi ini menjadi lebih buruk karena 23% dari total lulusan perguruan tinggi adalah pengangguran. Dari semua lulusan yang menganggur, 27% adalah laki-laki dan 68% perempuan.

Continue reading “‘Sistem Pendidikan Mengecewakan Kami’: Duka Lara Lulusan Sarjana Yordania yang Menganggur”

Mampukah Facebook Menghubungkan Satu Miliar Jiwa Selanjutnya?

Pada 2015, Facebook mengumumkan niatnya untuk mengatasi kesenjangan digital di beberapa negara berkembang, dengan meluncurkan aplikasi gawai bernama “Free Basics”.

Program Free Basics bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital, dengan membuat “jalan pintas” ke sebuah jaringan Internet tertutup. Pengguna aplikasi tersebut mendapat akses ke beberapa layanan online, seperti Accu Weather, BBC News, dan Wikipedia. Continue reading “Mampukah Facebook Menghubungkan Satu Miliar Jiwa Selanjutnya?”

PBB tuntut seorang jenderal atas kejahatan di Timor Timur

Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini menuntut bekas panglima TNI Jenderal Wiranto, atas kejahatan terhadap kemanusiaan dalam tragedi berdarah pada 1999 di Timor Timur.

Jenderal Wiranto, disebut sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang menyapu bekas wilayah Indonesia selama masa referendum yang didukung PBB, di samping enam jenderal senior lain dan mantan Gubernur Timor Timur, Abilio Soares.

Bagaimanapun, ini nampak meragukan bahwa Indonesia akan menyerahkan diri atas semua tuntutan itu pada pengadilan di Dili, ibukota Timor Timur. Pemerintah di Jakarta sejauh ini menolak dengan hormat surat perintah penangkapan, dan pada hari ini mengatakan “abaikan saja” pesan terakhir dari PBB.

Continue reading “PBB tuntut seorang jenderal atas kejahatan di Timor Timur”

Pengetahuan mutakhir tentang hal-hal imut

KUMAMON, sebuah karakter kartun berbentuk beruang yang awalnya dibuat untuk promosi pariwisata di sebuah daerah di Jepang, kini menjadi fenomena bernilai miliaran dolar. Saat ini, sebuah pendekatan akademik sedang mencoba untuk mencari jawaban yang tepat tentang apa yang membuat suatu hal terlihat imut—dan mengapa kita tidak bisa menolaknya.

PADA 14 April 2016, gempa sebesar 6.2 skala Richter mengguncang sebuah pulau di ujung selatan Jepang, merobohkan bangunan dan membuat para warga berhamburan ke jalan. Ratusan gempa susulan—salah satunya bahkan lebih besar 7.0 skala Richter—terjadi terus-menerus, hingga merenggut nyawa 49 orang, mencederai 1.500 orang dan mengusir puluhan ribu penduduk lainnya dari rumah mereka.

Seketika itu berita menyebar ke seluruh dunia lewat media sosial.

“Ada gempa bumi,” Margie Tam mengirim kabar dari Hong Kong. “R u ok kumamon?”

“Apakah Kumamon dan teman-temannya selamat?” Eric Tang, seorang mahasiswa bertanya-tanya.

“Mari berdoa untuk Kumamoto & Kumamon,” tulis Ming Jang Lee dari Thailand, kata-kata itu terus dirapal ribuan kali.

Continue reading “Pengetahuan mutakhir tentang hal-hal imut”