Salah Masuk Pintu Busway

SAYA memang enggan bertanya pada orang yang tak saya kenal di Jakarta. Pernah saya bertanya pada seorang perempuan soal rute mobil angkutan umum yang melewati Jalan Palmerah. Ia tak menjawab. Ia justru mengambil beberapa langkah menjauhi saya.

Dua hari lalu saya bertanya pada Aulia Rachman, teman sekamar saya. “Dari gang sini, belok kiri. Jalan terus sampai ketemu halte RS Medika. Di situ naik busway aja, lalu turun di halte Pasar Kebayoran Lama,” pesan Aang. Saat itu saya akan pergi ke perpustakaan Tempo.

Saya tiba di halte RS Medika setelah berjalan sekitar 200 meter. Suasana halte tak begitu sesak. Beberapa orang bersandar pada tiang besi setinggi pinggul. Beberapa lainnya berdiri menunggu di dekat pintu halte.

Sebuah busway baru saja berhenti di sisi kiri halte. Saya memilih masuk bus lewat pintu yang paling lenggang. Saat memasuki bus itu, saya bertanya pada seorang petugas yang berjaga di pintu bus. “Pasar Kebayoran Lama mas?” Petugas itu hanya melihat saya. Ia tak menjawab.

Continue reading “Salah Masuk Pintu Busway”