Anti Dangdut dan Bibit Fasis

Orang kampung juga melawan pangggung politik lewat musik dangdut

PENGALAMAN beberapa teman saya dalam mendengar musik dangdut cukup menarik. Respon mereka saat bersinggungan dengan musik peranakan tradisi melayu ini, sangat beragam. Ada yang meletakkan musik sebagai jejak historis sebuah rezim dan senjata politik. Sehingga musik dangdut selalu identik dengan panggung hiburan politik di daerah kecil. Bahkan ada pula yang memiliki trauma psikis saat mendengarnya, akhirnya jadi anti-dangdut.

Saya mengenal musik dangdut sejak kecil di kampung. Kebetulan Pak Rochis, tetangga saya yang berprofesi sebagai sopir mobil bak, punya sebuah radio. Lelaki berkumis tebal itu nyaris tak pernah absen menyimak kanal siaran dangdut di radio tiap siang hari saat pulang sekolah, hingga sore hari saat anak-anak seumuran saya main layang-layang di lapangan dekat rumah Pak Rochis. Continue reading “Anti Dangdut dan Bibit Fasis”