Saya dan Musik Latah

Saya tak ingat betul kapan tepatnya telinga saya mulai akrab dengan alunan musik Iwan Fals. Mungkin sejak ayah saya mempunyai tape player, sekitar tahun 1995-an. Lalu di salah satu sudut rumah, ada sebuah rak kayu berisi deretan kaset pita album musik, bersampul pria berambut Hi Top Fade, mengenakan busana mixed-up. Sebagian lainya bejajar kaset pita album qasidah.

Mungkin saya mulai menggandrungi lantunan lagu Iwan Fals seusai menonton konsernya, dengan tagline “Perjalanan Spiritual Bersama Ki Ageng Ganjur” secara langsung, sekitar tahun 2013. Saya tak ingat betul.

Pertunjukan musik itu memang sedikit berbeda. Penonton tak dipatok tiket masuk area konser. Alasan itu kemudian membuat saya dan seorang tetangga saya antusias untuk datang melihat sosok Iwan Fals secara live. Saya datang sedikit terlambat. Iwan sedang menyanyikan lagu keduanya malam itu, Si Budi Kecil. Continue reading “Saya dan Musik Latah”