Pengetahuan mutakhir tentang hal-hal imut

KUMAMON, sebuah karakter kartun berbentuk beruang yang awalnya dibuat untuk promosi pariwisata di sebuah daerah di Jepang, kini menjadi fenomena bernilai miliaran dolar. Saat ini, sebuah pendekatan akademik sedang mencoba untuk mencari jawaban yang tepat tentang apa yang membuat suatu hal terlihat imut—dan mengapa kita tidak bisa menolaknya.

PADA 14 April 2016, gempa sebesar 6.2 skala Richter mengguncang sebuah pulau di ujung selatan Jepang, merobohkan bangunan dan membuat para warga berhamburan ke jalan. Ratusan gempa susulan—salah satunya bahkan lebih besar 7.0 skala Richter—terjadi terus-menerus, hingga merenggut nyawa 49 orang, mencederai 1.500 orang dan mengusir puluhan ribu penduduk lainnya dari rumah mereka.

Seketika itu berita menyebar ke seluruh dunia lewat media sosial.

“Ada gempa bumi,” Margie Tam mengirim kabar dari Hong Kong. “R u ok kumamon?”

“Apakah Kumamon dan teman-temannya selamat?” Eric Tang, seorang mahasiswa bertanya-tanya.

“Mari berdoa untuk Kumamoto & Kumamon,” tulis Ming Jang Lee dari Thailand, kata-kata itu terus dirapal ribuan kali.

Continue reading “Pengetahuan mutakhir tentang hal-hal imut”