Jatuh

SAYA akhirnya merasakan pengalaman itu kembali. Jatuh dari motor saat melintasi perempatan di tengah kota. Jatuh saat mengendarai motor sudah lama tak saya alami. Terakhir kali jatuh dari motor di tengah kota, ketika masih kelas dua SMA. Badan plastik motor remuk pada sisi kirinya. Tutup mesin di dekat perseneling motornya menganga. Oli mesin meluber ke permukaan jalan. Teman sekolah saya panik, pasrah, sekaligus bingung.

Sebelum akhirnya melapor ke kantor polisi terdekat, lalu membayar tilang karena menabrak plastik pembatas jalan di Surabaya saat itu. Lalu memasang muka tak berdosa saat mendengar polisi mengomel hingga sejam lamanya, sambil menahan ngilu di pergelangan kaki yang terkilir dan jempol kaki yang berdarah. Beruntung Rabu malam kemarin, saat sebuah mobil Panther menabrak motor saya tak berujung pada darah ataupun luka yang cukup parah. Juga tak ada polisi minta uang tilang. Continue reading “Jatuh”