Pulang

KepulanganIni bukan soal novel Pulang karya Leila S. Chudhori yang ramai dibicarakan oleh para sastrawan Salihara. Tapi ini hanya sebuah cerita yang saya tuliskan pasca ujian akhir semester pekan lalu.

Seharusnya saya berbahagia karena ada beberapa hal yang bisa saya buang jauh—masuk kelas dan mengikuti perkuliahan setiap hari. Lantas saya bisa mulai memasang raut muka bahagia. Karena setidaknya saya bisa lepas dari ancaman ‘mati di dalam kelas’ saja.

Namun ibarat lepas dari lilitan ular, saya justru masuk kandang harimau. Masa liburan kuliah ternyata mendatangkan beragam ancaman yang lain. Sialnya ancaman itu—dalam pikiran saya—menjelma jadi orang gila yang telanjang sambil berlarian di lapangan bola tempat saya menikmati senja. Dalam kondisi seperti itu, saya hanya punya sedikit pilihan. Memasang kuda-kuda untuk melarikan diri, atau memasang muka datar sambil berlagak tidak mempunyai masalah sedikitpun.

Continue reading “Pulang”