Mesin Pengarsip Internet

Lukisan O. Von Corven, "The Great Library of Alexandria" yang dibuat pada abad 19 masehi.

ADRIENNE LAFRANCE, kolumnis majalah The Atlantic untuk isu teknologi, pernah menulis soal bagaimana data-data yang tersimpan di internet sangat rentan hilang. Salah satunya adalah situs web. Ia menyebutnya sebagai phantasmagoria. Bias yang mengaburkan antara kenyataan dan khayalan. Menjadi kenyataan saat seseorang mengira jutaan teks hingga gambar gerak pada sebuah situs web sebagai yang nyata, padahal tak lebih dari baris-baris kode yang diolah mesin penjelajah.

Informasi berbasis data digital memang punya banyak keunggulan. Misalnya jutaan naskah buku tidak menutup kemungkinan bisa dibaca oleh manusia saja, tetapi juga mesin. Tak hanya membaca tetapi juga menyortir data dan menganalisisnya. Ia bisa disebarluaskan secara mudah. Tanpa harus melipatgandakan ongkos produksi kertas, tinta, dan percetakan. Namun ada pengecualian. Jika data-data itu hilang, maka akan hilang selamanya.

“Jika 34 seri laporan investigasi finalis penghargaan Pulitzer bisa hilang,” kata Lafrance. “Segalanya tentu bisa hilang juga di internet.”

Continue reading “Mesin Pengarsip Internet”