Kalap

COLLECTIE TROPENMUSEUM Een brug over de rivier Solo bij Tjepoe Oost Java

HANTU pada masa kecil saya adalah hal yang membuat takut. Ibarat musuh yang harus diperangi. Di satu sisi juga selalu berhasil membuat penasaran.

Sebagian besar ingatan saya tentang hantu, dibangun oleh cerita teman dan kerabat saya. Saat kecil, ibu melarang saya bermain di dekat aliran Sungai Bengawan Solo. Padahal jaraknya tak lebih dari setengah kilometer dari rumah. Ibu mungkin kawatir anaknya diculik kalap, sebangsa jin yang menyamar jadi seseorang yang kita kenal lalu menculik anak-anak di siang hari. Telapak kakinya serupa bebek, kata ibu menggambarkan. Continue reading “Kalap”