Angpao

Ada satu bagian kecil dari momen lebaran yang sangat saya suka. Ruang tamu yang selalu penuh, aneka ragam jajanan di toples dan piring, dan tentu angpao dari sanak famili. Istilah angpau ini tentu merujuk pada bungkusan amplop yang berisi uang.

Jumlahnya pun relatif. Namun beberapa angpao yang saya terima, bisa dibilang cukup untuk beli kopi bagi anak seumuran saya.

Apakah saya boleh menerima uang angpao tersebut?

Saya terkadang menanyakan pertanyaan tersebut pada diri saya sendiri. Juga pada orang tua saya, mengingat umur saya sudah berkepala dua. Tentu saya tidak masuk pada kategori ‘anak di bawah umur lagi’. Namun apakah di umur yang sudah berkepala dua ini saya masih layak menerima angpao?

Continue reading “Angpao”